Mengupas Manfaat Besi

Selain berisi tentang ayat-ayat Qauliyyah, yakni ayat-ayat tentang perintah dan larangan dalam syariat Islam, Al-Quran juga mengandung ayat-ayat Kauniyaah. Ayat Kauniyyah adalah ayat-ayat yang bercerita tentang keesaan Allah di alam semesta melalui ciptaan-Nya. Diantara banyak ayat kauniyah yang berbicara tentang alam semesta, Allah menyebutkan secara khusus unsur besi. Dalam Surat Al-Hadid, Allah berfirman;


Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia (Al-Hadid:25)



Penemuan astronomi modern menemukan fakta menarik tentang asal muasal besi. Faktanya, besi tidak terbentuk langsung di kerak bumi, melainkan berasal dari ledakan bintang-bintang besar di luar angkasa bahkan di luar tata surya. Dr. Mazhar (1998) menjelaskan bahwa unsur besi tidak terbentuk dari ledakan bintang seperti matahari, karena suhu matahari yang bahkan tidak cukup besar untuk membuat inti atom besi. Suhu permukaan matahari mencapai 6000 derajat dan suhu inti matahari dapat mencapai 20 juta derajat celcius. Sedangkan, ilmuwan mengatakan inti besi hanya dapat dibuat pada suhu ratusan derajat celcius. Ketika jumlah inti besi yang terbentuk ini mencapai batas maksimum, bintang tersebut akan meledak ke seluruh penjuru angkasa. Ledakan inilah yang kita sebut dengan istilah supernova. [1]

Dalam salah satu sumber penelitian dikatakan:

"Peningkatan kadar isotop Besi-60 yang ditemukan di dasar laut dalam menunjukkan bahwa ledakan supernova terjadi melalui ledakan matahari pada 5 juta tahun yang lalu. Besi-60 adalah isotop radioaktif dari Besi, yang telah setengah terurai (half decay) selama 1.5 juta tahun lalu. Peningkatan kadar isotop pada lapisan geologis bumi menunjukkan inti unsur besi terbentuk disuatu tempat di luar angkasa" [2]

Penjelasan diatas seakan mengaminkan firman Allah bahwa besi memang diturunkan dari luar angkasa, bukan terbentuk secara alami dari dalam perut bumi. Fakta ini juga menegaskan tentang kebenaran Al-Quran, yang telah berbicara tentang penciptaan salah satu unsur terpenting di bumi sejak 14 abad yang lalu, bahkan jauh sebelum ilmu astronomi dan fisika partikel ditemukan. Maha Suci Allah, yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu.

Dalam ayat tersebut, Allah juga mengatakan wa manaafi'u linnas yang berarti besi memiliki berbagai manfaat bagi manusia. Mungkin kita sudah mengetahui besi memang bermanfaat bagi manusia, karena besi banyak ditemukan di peralatan dan perkakas kita sehari-hari. Dengan unsur-unsur lain seperti nikel, timah, dan perak, besi membentuk campuran logam yang disebut dengan alloy, yang pemanfaatannya hampir tidak terbatas dalam dunia material dan engineering. Lantas, manfaat apalagi yang bisa kita kaji dari unsur besi?

Dalam buku Nature's Destiny, seorang mikrobiolgis terkenal Michael Denton mengupas esensi elemen besi bagi kehidupan manusia [3];

"Diantara unsur-unsur logam yang diketahui manusia, besi adalah yang paling penting. Besi yang terakumulasi di dalam pusat bintang menyebabkan ledakan supernova dan ledakan ini akan menghamburkan inti-inti atom yang akan membentuk unsur logam lain"

Tarikan gravitasi besi dalam perut bumi yang sangat kuat juga akan menghasilkan energi panas, yang dapat membentuk unsur kimia penting yang lain, melepaskan gas ke atmosfer, dan membentuk hidrosfer secara sempurna. Dalam inti perut bumi, besi yang meleleh pada suhu ratusan derajat celcius berfungsi sebagai dinamo raksasa, yang menciptakan medan magnet bumi, dan pada akhirnya membentuk sabuk medan magnet Van Allen. Sabuk magnet inilah yang melindungi permukaan bumi dari radiasi kosmis berenergi tinggi yang dapat menghancurkan lapisan ozon dan bersifat desktruktif bagi manusia".

"Bahkan, tanpa keberadaan unsur besi, tidak akan ada kehidupan berbasis karbon di angkasa, tidak ada materi utama penyusun hemoglobin dan tidak ada metabolisme oksidatif yang berperan penting dalam tubuh manusia untuk menghasilkan energi"

Penemuan diatas semakin menguatkan urgensi dan manfaat unsur bagi manusia yang telah disebutkan dalam surat Al-Hadid tersebut. Manaafi'u yang berarti berbagai manfaat dijelaskan oleh fakta-fakta ilmiah tentang keberadaan besi dalam tubuh manusia. Apa cukup sampai disitu? Ternyata tidak. Allah Yang Maha Mengetahui telah memberikan ilmu dan ilham-Nya kepada manusia tentang potensi besi bagi dunia kedokteran modern.

Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Dr. Andreas Jordan berhasil mengembangkan metode pengobatan kanker berbasis partikel besi oksida [4]. Teknik yang magnetic fluid hyperthermia (high temperature magnetic liquid) telah diuji coba pada seorang pasien berusia 26 tahun bernama Nikolaus H. dan menunjukkan hasil positif berupa sel-sel kanker yang tidak berkembang selama 3 bulan pengobatan. Metode pengobatannya sendiri dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Sebuah cairan yang mengandung partikel besi oksida (Fe2O3) di injeksi kedalam jaringan tumor melalui jarum suntik khusus dan akan menyebar ke dalam sel-sel tumor. Cairan ini mengandung beribu juta partikel besi oksida yang ukurannya 1000 kali lebih kecil dibanding sel-sel darah merah, sehingga dapat dengan mudah mengalir ke seluruh sistem peredaran darah.

2. Pasien kemudian ditempatkan di sebuah mesin dengan medan magnet yang kuat. Medan magnet ini akan menggerakkan partikel besi oksida dalam jaringan tumor, dan meningkatkan suhu jaringan tumor hingga 4 derajat celcius.

3. Sel kanker yang mengandung partikel tersebut tidak akan mampu bertahan dari panas yang dihasilkan dalam beberapa menit, sehingga sel akan melemah dan hancur. Untuk memastikan jaringan tumor benar-benar hilang, terapi lanjutan secara kimiawi tetap perlu dilakukan.

Pengobatan ini selain efektif dalam mematikan sel-sel kanker, ternyata juga tidak menghasilkan efek yang sama bagi sel selain sel kanker. Hal ini menunjukkan potensi keamanan dan efek samping yang minimum bagi pasien. Selain kanker, besi juga merupakan komponen utama yang digunakan dalam pengobatan penyakit anemia.

Alhasil, banyak sekali manfaat yang dapat dikaji, dan telah dibuktikan melalui serangkaian metode ilmiah dari unsur besi. Ilmu Allah meliputi segala sesuatu, ayat Quran yang bercerita tentang besi hanyalah satu dari sekian banyak hikmah yang Allah suratkan dalam Al-Quran tentang keajaiban penciptaan-Nya. Hanya tugas manusia sekarang adalah, terus merenungkan dan meningkatkan keimanan kepada Allah. Wallahu a'lam.

Nb: artikel ini disadur dari artikel lain berjudul "The Miracle of Iron" (www.islamreligion.com) dengan penyesuaian tata bahasa dan ejaan seperlunya (YZH-260318)

Referensi:

[1] Dr. Mazhar U. Kazi, 130 Evident Miracles in the Quran (New York, USA: Crescent Publishing House: 1998), 110-111; and www.wamy.co.uk/announcements3.html, from Prof. Zighloul Raghib El Naggar's Speech.

[2] Priscillia Frisch, "The Galactive Environment of the Sun," American Scientist, January-February 2000, www.americanscientist.org/template/AssetDetail/assetid/21173?fulltext=true.

[3] Michael J. Denton, Nature's Destiny (The Free Press: 1998), 198.

[4] "Nanotechnology successfully helps cancer therapies," IIC Fast Track, Nanotech News from Eastern Germany, Industrial Investment Council, October 2003; www.iic.de/uploads/media/NANO_FT_Nov2003_01.pdf